PIKIRAN RAKYAT

Berita

Peristiwa

Showbiz

Ad Placement

Foto

Video

Jumat, 17 April 2026

AKBP Agung Tribawanto Pimpin Apel, Wujudkan Polri yang Profesional dan Responsif

PASAMAN BARAT | Suasana pagi di halaman Mapolres Pasaman Barat tampak berbeda dengan deretan personel yang berdiri rapi mengikuti kegiatan apel pagi yang dipimpin langsung oleh Kapolres AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., di Jl. Soekarno Hatta No. 60, Simpang Empat, Kabupaten Pasaman Barat, Sabtu pagi, 18 April 2026.

Apel pagi tersebut menjadi rutinitas penting dalam menjaga kedisiplinan dan kesiapan seluruh anggota dalam menjalankan tugas sehari-hari sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Kehadiran AKBP Agung Tribawanto di tengah barisan personel memberikan semangat tersendiri bagi seluruh peserta apel.

Dalam arahannya, AKBP Agung Tribawanto menegaskan pentingnya menjaga integritas dan profesionalisme dalam setiap pelaksanaan tugas. Ia mengingatkan bahwa setiap anggota Polri memiliki tanggung jawab besar terhadap kepercayaan masyarakat.

Menurut AKBP Agung Tribawanto, apel pagi bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momen untuk memperkuat komitmen serta mengevaluasi kesiapan personel dalam menghadapi berbagai tantangan di lapangan.

Ia juga menekankan agar seluruh personel senantiasa menjaga sikap humanis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Pendekatan yang baik dinilai mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

Selain itu, AKBP Agung Tribawanto mengingatkan pentingnya soliditas antar anggota. Kekompakan dinilai menjadi kunci utama dalam menciptakan kinerja yang optimal di lingkungan Polres Pasaman Barat.

Dalam suasana yang penuh kedisiplinan, apel pagi berlangsung tertib dengan seluruh personel mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh perhatian. Hal ini mencerminkan kesiapan dan keseriusan dalam menjalankan tugas.

AKBP Agung Tribawanto juga mengajak seluruh anggotanya untuk terus meningkatkan kemampuan diri, baik melalui pelatihan maupun pengalaman di lapangan, guna menghadapi dinamika tugas yang semakin kompleks.

Ia menegaskan bahwa Polri harus hadir sebagai solusi di tengah masyarakat. Oleh karena itu, setiap anggota diharapkan mampu bertindak cepat, tepat, dan profesional dalam setiap situasi.

Kegiatan apel pagi ini juga menjadi sarana komunikasi langsung antara pimpinan dan anggota, sehingga setiap arahan dapat dipahami dan dilaksanakan secara maksimal oleh seluruh personel.

Dengan penuh ketegasan namun tetap humanis, AKBP Agung Tribawanto terus mendorong jajarannya untuk bekerja dengan hati dan menjunjung tinggi nilai-nilai pengabdian kepada bangsa dan negara.

Apel pagi tersebut ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk harapan agar seluruh personel diberikan kelancaran dan keselamatan dalam menjalankan tugas sehari-hari.


Catatan Redaksi: Kegiatan apel pagi yang dipimpin AKBP Agung Tribawanto ini mencerminkan komitmen Polri dalam mendekatkan diri kepada masyarakat melalui peningkatan disiplin, profesionalisme, serta pelayanan yang humanis. Hal ini sejalan dengan semangat Polri untuk masyarakat, di mana setiap langkah dan kebijakan diarahkan untuk menjaga keamanan, ketertiban, serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat.

TIM RMO

AKBP Agung Tribawanto Tekankan Penindakan Nyata di Lapangan, Patroli Gabungan Dinihari Bongkar Aktivitas Kafe Karaoke Membandel di Jorong Jambak Selatan, 6 Orang Diamankan

PASAMAN BARAT | Kamis dinihari, 16 April 2026, kawasan Jorong Jambak Selatan, Nagari Jambak Selatan, Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat, menjadi titik berlangsungnya patroli gabungan yang tidak sekadar rutinitas, tetapi merupakan respons langsung atas keresahan yang berkembang di tengah masyarakat terkait aktivitas kafe karaoke yang dinilai semakin tak terkendali.

Tim gabungan yang terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran, Polsek Pasaman, serta unsur TNI bergerak dalam suasana yang terukur namun tegas. Tidak ada hiruk-pikuk berlebihan, namun kehadiran aparat di sejumlah titik langsung memberi sinyal bahwa aktivitas yang melanggar aturan tidak lagi bisa dibiarkan berlarut.

Penertiban ini menjadi bagian dari tindak lanjut atensi Kapolres Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., yang menekankan kepada jajarannya agar tidak menunggu persoalan membesar. Ia mendorong langkah nyata di lapangan, terutama terhadap aktivitas yang secara berulang melanggar ketentuan dan memicu ketidaknyamanan warga.

Dalam pelaksanaannya, tim menyisir lokasi-lokasi yang selama ini disebut masyarakat sebagai titik rawan. Informasi yang dihimpun sebelumnya menjadi dasar pergerakan aparat, sehingga patroli tidak berjalan secara acak, melainkan berbasis pada fakta dan laporan yang berkembang.

Saat memasuki salah satu lokasi, yakni Kafe Modest, petugas mendapati aktivitas yang masih berlangsung. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa peringatan yang sebelumnya telah diberikan tidak cukup untuk menghentikan operasional kafe tersebut.

Dari lokasi ini, enam orang diamankan. Empat di antaranya diduga sebagai pemandu lagu, sementara satu orang berperan sebagai kasir dan satu lainnya sebagai waitress. Mereka berada di dalam kafe saat aktivitas berlangsung, memperkuat dugaan adanya pelanggaran terhadap aturan yang berlaku.

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa pendekatan persuasif yang telah dilakukan sebelumnya tidak direspons sebagaimana mestinya. Surat peringatan yang telah dilayangkan tidak diikuti dengan langkah penutupan mandiri, sehingga aparat mengambil tindakan lanjutan.

AKBP Agung Tribawanto melalui arahannya menegaskan bahwa kondisi seperti ini tidak boleh dibiarkan berulang. Ia mengingatkan bahwa setiap pelanggaran yang dibiarkan akan menciptakan preseden buruk dan memicu pelanggaran serupa di tempat lain.

Menurutnya, penegakan aturan harus berpijak pada fakta, bukan sekadar formalitas. Aparat di lapangan diminta untuk memastikan bahwa setiap tindakan memiliki dasar yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Di sisi lain, ia juga menekankan pentingnya menjaga cara bertindak. Penindakan harus dilakukan tanpa menimbulkan ketegangan yang tidak perlu, namun tetap menunjukkan ketegasan bahwa aturan memiliki konsekuensi.

Dalam operasi tersebut, petugas juga mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas di dalam kafe. Hal ini dilakukan untuk melengkapi proses pemeriksaan yang akan dilakukan selanjutnya.

Seluruh pihak yang diamankan kemudian dibawa ke Mako Satpol PP untuk didata dan diperiksa lebih lanjut. Proses ini menjadi bagian penting untuk memastikan bahwa setiap individu yang terlibat dapat ditangani sesuai prosedur.

Langkah berikutnya adalah penyerahan kepada Dinas Sosial untuk menjalani assessment. Pendekatan ini menunjukkan bahwa penanganan tidak hanya berhenti pada penindakan, tetapi juga mempertimbangkan aspek sosial dari individu yang diamankan.

Pelanggaran yang ditemukan mengacu pada Peraturan Daerah Pasaman Barat, khususnya bagian keenam Pasal 12 ayat 1 dan 3 tentang tertib usaha kafe dan karaoke. Aturan ini secara tegas mengatur kewajiban izin operasional serta batasan aktivitas yang diperbolehkan.

Ayat pertama menegaskan bahwa setiap usaha kafe karaoke wajib memiliki izin resmi sebelum beroperasi. Tanpa izin tersebut, aktivitas yang dilakukan dianggap melanggar ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, ayat ketiga menekankan larangan terhadap aktivitas yang mengarah pada perilaku tidak senonoh, termasuk pertunjukan atau tindakan yang berpotensi melanggar norma sosial di tengah masyarakat.

AKBP Agung Tribawanto menilai bahwa kepatuhan terhadap aturan ini bukan sekadar kewajiban hukum, tetapi juga bentuk tanggung jawab sosial dari pelaku usaha terhadap lingkungan sekitarnya.

Keterlibatan masyarakat dalam memberikan informasi menjadi faktor penting dalam kegiatan ini. Laporan yang disampaikan warga menjadi dasar bagi aparat untuk bergerak dan melakukan verifikasi langsung di lapangan.

Sinergi antara aparat dan masyarakat ini dinilai sebagai elemen penting dalam menjaga ketertiban. Tanpa dukungan tersebut, banyak pelanggaran yang berpotensi tidak terdeteksi secara dini.

Ke depan, pengawasan terhadap tempat hiburan malam akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Tidak hanya melalui patroli, tetapi juga melalui pendekatan yang lebih sistematis agar pelaku usaha memahami konsekuensi dari setiap pelanggaran.

Penertiban ini menjadi gambaran bahwa aturan tidak berhenti pada tulisan, tetapi benar-benar dijalankan. Bagi pelaku usaha, kondisi ini menjadi peringatan bahwa setiap bentuk pelanggaran akan berhadapan langsung dengan tindakan di lapangan.

Pada akhirnya, upaya ini diarahkan untuk menjaga keseimbangan antara aktivitas ekonomi dan ketertiban sosial, sehingga masyarakat dapat menjalani kehidupan dengan rasa aman tanpa gangguan dari aktivitas yang tidak sesuai aturan.

TIM RMO

Rabu, 15 April 2026

AKBP Agung Tribawanto Pimpin Pengungkapan Kasus Pembunuhan yang Mengguncang Warga

PASAMAN BARAT | Kepolisian Resor Pasaman Barat menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap seorang pensiunan aparatur sipil negara dengan menghadirkan tersangka dan para saksi secara langsung dalam 36 adegan yang diperagakan secara rinci di halaman Mapolres, Senin, 13 April 2026.

Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto menegaskan bahwa rekonstruksi tersebut merupakan bagian penting dalam proses penyidikan guna mengungkap secara terang rangkaian peristiwa serta memperkuat alat bukti. Ia memastikan seluruh tahapan dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

AKBP Agung Tribawanto menjelaskan, tersangka berinisial NJ, 39 tahun, memperagakan langsung perbuatannya dalam rekonstruksi tersebut, sementara peran korban, Khoiron Lubis, 65 tahun, warga Nagari Pematang Panjang, diperankan oleh pengganti.

Dalam pelaksanaannya, rekonstruksi turut dihadiri Tim Inafis Polres Pasaman Barat, perwakilan kejaksaan, serta kuasa hukum tersangka. Menurut AKBP Agung Tribawanto, kehadiran berbagai pihak ini menjadi bagian dari upaya menjaga transparansi dan aspek legalitas dalam proses hukum.

Rekonstruksi sengaja dilaksanakan di halaman Mapolres guna menjamin keamanan serta kelancaran kegiatan. AKBP Agung Tribawanto menegaskan bahwa meski dilakukan di lokasi berbeda dari tempat kejadian perkara, seluruh adegan tetap disesuaikan dengan fakta sebenarnya di lapangan.

Kaur Bin Ops Sat Reskrim Iptu Suardi menjelaskan, awalnya penyidik hanya merancang 28 adegan. Namun, dalam pelaksanaannya berkembang menjadi 36 adegan setelah disesuaikan dengan hasil penyidikan di tempat kejadian perkara.

AKBP Agung Tribawanto menilai penambahan adegan tersebut justru memperjelas konstruksi perkara, sehingga memudahkan penyidik dalam mengungkap fakta secara utuh terkait perbuatan tersangka.

Dalam rekonstruksi, diperagakan rangkaian kejadian sejak tersangka mendatangi pondok kebun milik korban hingga melakukan aksi pembunuhan yang kemudian diikuti tindak pencurian.

AKBP Agung Tribawanto mengungkapkan bahwa motif pembunuhan diduga dipicu rasa sakit hati tersangka akibat upah kerja sebesar Rp8 juta yang tidak dibayarkan korban sejak tahun 2022 hingga 2024.

Dari hasil rekonstruksi, tersangka juga mengakui telah merencanakan perbuatannya sejak 2 Februari 2026, saat mengalami kesulitan ekonomi dan membutuhkan biaya hidup serta pendidikan anak.

AKBP Agung Tribawanto menjelaskan, tersangka kemudian mendatangi pondok korban, mencongkel pintu, lalu memukul kepala korban menggunakan balok kayu hingga korban terjatuh.

Tidak berhenti di situ, tersangka melanjutkan aksinya dengan mencekik leher korban untuk memastikan korban meninggal dunia. Fakta ini, menurut AKBP Agung Tribawanto, semakin menguatkan unsur kesengajaan dalam tindak pidana tersebut.

Setelah melakukan pembunuhan, tersangka mengambil sejumlah barang milik korban, termasuk uang tunai, telepon genggam, powerbank, serta sepeda motor yang kemudian digunakan untuk melarikan diri ke wilayah Sumatera Utara.

Peristiwa tragis tersebut terjadi di sebuah pondok kebun di Jorong Aek Geringging, Nagari Pematang Panjang, Kecamatan Koto Balingka, pada Jumat dini hari, 6 Februari 2026 sekitar pukul 01.00 WIB.

Dalam aspek hukum, AKBP Agung Tribawanto menegaskan bahwa tersangka dijerat Pasal 459 juncto Pasal 458 ayat 3 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana terkait pembunuhan berencana.

Ancaman hukuman yang dihadapi tersangka tidak ringan, yakni pidana mati, penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling lama 20 tahun. AKBP Agung Tribawanto memastikan proses hukum akan berjalan hingga tuntas.

Ia juga menegaskan bahwa jajarannya terus melengkapi alat bukti dan mempercepat pemberkasan perkara agar segera dapat dilimpahkan ke tahap penuntutan.

AKBP Agung Tribawanto menambahkan, penanganan kasus ini menjadi bukti komitmen Polri dalam memberikan kepastian hukum serta rasa keadilan bagi masyarakat.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya penyelesaian konflik secara bijak agar tidak berujung pada tindakan kriminal yang merugikan semua pihak.


Catatan redaksi: Kasus ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat tentang bahaya konflik yang tidak terselesaikan dengan baik. Penegakan hukum yang tegas oleh kepolisian diharapkan mampu memberikan efek jera serta memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

TIM RMO

AKBP Agung Tribawanto: Dalmas Bukan Sekadar Barisan, Tapi Soal Kendali Emosi

PASAMAN BARAT | Rabu pagi (15/4/2026), halaman Polres Pasaman Barat tampak berbeda. Barisan personel berseragam lengkap membentuk formasi rapi, perlengkapan Dalmas tertata, dan instruksi terdengar tegas namun terukur. Latihan pengendalian massa (Dalmas) hari itu bukan sekadar rutinitas, melainkan gambaran nyata kesiapsiagaan yang dibangun di bawah komando AKBP Agung Tribawanto.

Sebanyak 120 personel dilibatkan. Mereka terdiri dari tim negosiator, Dalmas awal, Dalmas lanjutan, hingga tenaga kesehatan lapangan. Setiap unsur memiliki peran yang saling terhubung, membentuk satu kesatuan taktis yang siap digerakkan kapan pun dibutuhkan.

Bagi AKBP Agung Tribawanto, Dalmas bukan hanya soal barisan tameng dan helm. Lebih dari itu, Dalmas adalah tentang kendali emosi, kecermatan membaca situasi, serta kemampuan bertindak tanpa melampaui batas kemanusiaan.

Melalui koordinasi Kompol Tarpi Niswar selaku Kabag SDM, latihan difokuskan pada penguatan formasi, ketepatan penggunaan perlengkapan, serta simulasi skenario pengamanan unjuk rasa dengan pendekatan humanis.

Gerakan demi gerakan diperagakan dengan disiplin. Formasi Dalmas awal diperkuat, disusul Dalmas lanjutan yang menjadi lapis pengendali ketika situasi meningkat. Semua bergerak sesuai standar operasional prosedur.

Di sela latihan, ditekankan kembali bahwa kemampuan teknis harus berjalan seiring dengan pemahaman hak asasi manusia. Setiap personel diingatkan bahwa pengendalian massa bukan berarti membungkam, tetapi menjaga agar penyampaian pendapat tetap aman dan tertib.

AKBP Agung Tribawanto menilai, latihan seperti ini menjadi penyegaran penting atas materi yang telah diterima personel saat pendidikan. Ingatan taktis diasah kembali agar respons di lapangan tidak ragu.

Simulasi juga menempatkan tim negosiator pada peran sentral. Komunikasi efektif dengan koordinator aksi menjadi kunci agar situasi tidak berkembang ke arah yang tidak diinginkan.

Pendekatan humanis menjadi benang merah seluruh rangkaian latihan. Prinsip Polri Presisi diterjemahkan dalam gerakan nyata: profesional, proporsional, dan efektif.

Tenaga kesehatan lapangan pun disiagakan sebagai bagian dari skenario. Hal ini menunjukkan bahwa setiap kemungkinan telah diantisipasi, termasuk penanganan cepat bila terjadi kondisi darurat.

Menurut Kompol Tarpi Niswar, latihan Dalmas bukan hanya kesiapan fisik, tetapi juga penguatan mental. Ketahanan psikologis personel menjadi faktor penting saat berhadapan dengan massa dalam jumlah besar.

AKBP Agung Tribawanto menegaskan bahwa personel harus mampu membedakan pendekatan di setiap situasi. Tidak semua kerumunan disikapi dengan cara yang sama; kecermatan membaca kondisi adalah kunci.

Latihan berlangsung dinamis. Aba-aba komando, perpindahan formasi, hingga simulasi tekanan massa diperagakan secara bertahap dan terukur.

Kegiatan ini juga menjadi evaluasi internal. Setiap gerakan dikoreksi, setiap kekurangan diperbaiki di tempat, memastikan tidak ada celah saat tugas nyata datang.

Bagi jajaran Polres Pasaman Barat, kesiapsiagaan bukan slogan. Ia dibangun melalui latihan rutin, disiplin, dan komitmen menjaga keamanan masyarakat tanpa mengesampingkan nilai kemanusiaan.

Latihan Dalmas akan terus digelar secara berkala. Harapannya, setiap personel selalu berada dalam kondisi siap, sigap, santun, dan profesional.

Di halaman Mapolres itu, pesan AKBP Agung Tribawanto terasa jelas: pengendalian massa adalah tentang menjaga ketertiban, melindungi masyarakat, dan memastikan hukum hadir dengan cara yang beradab.

TIM RMO

Sentuhan Humanis Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq Warnai “Polantas Menyapa” di Teluk Bayur

SUMBAR |  Suasana santai di kawasan Terminal Truck Teluk Bayur, Pelindo, berubah menjadi ruang dialog penuh makna saat jajaran Subdit Gakkum Ditlantas Polda Sumatera Barat menggelar kegiatan bertajuk “Polantas Menyapa”. Di tengah kesibukan para sopir dan pekerja lapangan, kehadiran polisi lalu lintas menghadirkan nuansa hangat yang membangun kedekatan tanpa sekat.

Kegiatan ini menjadi refleksi nyata dari arah kebijakan dan pendekatan humanis yang terus digaungkan oleh Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq sebagai Dirlantas Polda Sumbar. Melalui komunikasi langsung, polisi tampil sebagai sahabat yang hadir di tengah aktivitas masyarakat.

Di bawah rindangnya pepohonan, para sopir truk tampak duduk melingkar bersama personel kepolisian. Tidak ada jarak, tidak ada formalitas berlebihan. Percakapan mengalir ringan, membahas keselamatan berlalu lintas, kondisi jalan, hingga tantangan yang dihadapi para pengemudi di lapangan.

Giat “Polantas Menyapa” ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk nyata implementasi dari visi Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq yang menekankan pentingnya pendekatan persuasif dalam membangun kesadaran hukum masyarakat.

Dalam dialog tersebut, para sopir diberikan pemahaman tentang pentingnya keselamatan berkendara, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas, serta dampak fatal dari pelanggaran yang kerap dianggap sepele. Penyampaian dilakukan dengan bahasa sederhana, mudah dipahami, dan penuh empati.

Tak hanya itu, petugas juga mendengarkan langsung berbagai pengalaman dan kendala yang dihadapi para sopir di lapangan. Mulai dari kondisi jalan hingga tekanan pekerjaan yang mereka jalani setiap hari.

Pendekatan seperti inilah yang menjadi ciri khas kepemimpinan Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq. Menempatkan polisi sebagai bagian dari kehidupan masyarakat, membangun hubungan yang lebih dekat dan saling memahami.

Di sela kegiatan, suasana keakraban semakin terasa ketika petugas ikut bercengkerama sambil menikmati minuman bersama para sopir. Tawa ringan dan obrolan santai menciptakan kedekatan emosional yang kuat.

Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa penegakan hukum tidak harus selalu identik dengan tindakan represif. Edukasi dan pendekatan humanis menjadi kunci dalam membangun budaya tertib berlalu lintas yang berkelanjutan.

Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq terus mendorong jajarannya untuk aktif turun ke lapangan, menyapa masyarakat, dan memahami kondisi nyata yang terjadi secara langsung.

Terminal Truck Teluk Bayur yang biasanya dipenuhi aktivitas logistik, hari itu berubah menjadi ruang interaksi sosial yang sarat makna. Polisi dan para sopir duduk bersama, berbagi cerita, dan membangun kesadaran akan pentingnya keselamatan di jalan raya.

Melalui kegiatan “Polantas Menyapa”, Ditlantas Polda Sumbar menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan yang humanis, dekat, dan dirasakan langsung oleh masyarakat.


Catatan Redaksi: Kegiatan ini menegaskan peran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat melalui pendekatan humanis serta edukatif guna meningkatkan kesadaran dan kepatuhan berlalu lintas.

TIM RMO

Kombes Pol H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq Dorong Budaya Tertib Berlalu Lintas di Purus Baru

PADANG, SUMBAR | Aktivitas pagi masyarakat di kawasan pertigaan Raden Saleh Pasar Pagi Purus Baru, Padang Barat, Kota Padang, Sumatera Barat, tampak lebih tertib dari biasanya. Personel Polisi Lalu Lintas dari Polda Sumbar terlihat hadir mengatur arus kendaraan sekaligus menyapa pengendara dengan pendekatan humanis, memberikan imbauan keselamatan serta edukasi tertib berlalu lintas kepada masyarakat. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa pagi, 14 April 2026, di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat yang memulai rutinitas harian.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari atensi Kombes Pol H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq selaku pimpinan Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Barat yang menekankan pentingnya kehadiran Polantas secara humanis dan profesional di tengah masyarakat.

Sejak pagi hari, arus kendaraan roda dua dan roda empat mulai memadati kawasan Pasar Pagi Purus Baru. Lokasi tersebut dikenal sebagai salah satu titik aktivitas ekonomi masyarakat yang cukup ramai, terutama pada jam berangkat kerja dan aktivitas perdagangan.

Personel Polantas terlihat aktif mengatur arus kendaraan agar tetap lancar, sekaligus memberikan imbauan kepada pengendara untuk tetap tertib berlalu lintas.

Pendekatan humanis menjadi ciri utama dalam kegiatan tersebut. Personel Polantas menyapa pengendara dengan ramah, mengingatkan penggunaan helm, serta mengajak masyarakat untuk mematuhi rambu lalu lintas.

Beberapa pengendara yang melintas terlihat memperlambat kendaraan saat menerima imbauan dari petugas. Situasi tersebut menciptakan suasana yang lebih tertib dan aman.

Atensi Kombes Pol H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq menekankan bahwa Polantas harus hadir memberikan rasa aman sekaligus menjadi sahabat masyarakat di jalan raya.

Polantas Polda Sumbar terus mengedepankan pelayanan yang humanis sebagai bagian dari transformasi Polri Presisi.

Kehadiran personel di lokasi padat aktivitas masyarakat menjadi langkah preventif untuk mencegah pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.

Masyarakat pun menyambut positif kehadiran Polantas yang memberikan edukasi secara santun dan tidak represif.

Kegiatan tersebut juga memperlihatkan komitmen Polantas Polda Sumbar dalam meningkatkan kesadaran keselamatan berlalu lintas.

Pendekatan humanis yang dilakukan diharapkan mampu membangun budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat.

Polantas Polda Sumbar terus mengoptimalkan kehadiran personel di titik-titik rawan kepadatan kendaraan.

Semangat Polantas Presisi menuju Indonesia maju terus diwujudkan melalui pelayanan yang profesional dan humanis.

Atensi dari Kombes Pol H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq juga menekankan pentingnya komunikasi yang baik antara petugas dan masyarakat.

Dengan pendekatan yang santun, masyarakat diharapkan lebih mudah menerima edukasi yang diberikan.

Polantas Polda Sumbar juga mengajak masyarakat untuk bersama menjaga keselamatan di jalan raya.

Kehadiran Polantas di tengah masyarakat menjadi bukti nyata pelayanan Polri yang semakin dekat dengan masyarakat.

Semangat "Polantas Polda Sumbar Rancak Bana" terus diwujudkan melalui pelayanan terbaik.

Polantas Presisi hadir untuk masyarakat menuju Indonesia maju.

Polisi Untuk Masyarakat

Polantas Polda Sumbar mengimbau masyarakat untuk:

• Menggunakan helm standar

• Mematuhi rambu lalu lintas

• Tidak menggunakan ponsel saat berkendara

• Menggunakan sabuk pengaman

• Mengutamakan keselamatan

Polantas Presisi Hadir Menuju Indonesia Maju

Polantas Polda Sumbar — Rancak Bana Untuk Keselamatan Bersama 


TIM RMO

Kombes Pol H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq Dorong Polisi Humanis di Tengah Sopir Truk

PADANG, SUMBAR | Semangat Polri untuk masyarakat terus diperkuat oleh Dirlantas Polda Sumatera Barat Kombes Pol H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H melalui pendekatan humanis kepada pengguna jalan. Salah satunya melalui kegiatan “Polantas Menyapa” yang dilaksanakan Subdit Gakkum di pangkalan sopir truk kawasan Teluk Bayur, Kota Padang.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi Dirlantas Polda Sumbar di bawah kepemimpinan Kombes Pol H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq dalam membangun komunikasi langsung dengan masyarakat, khususnya para pengemudi kendaraan angkutan barang yang memiliki peran penting dalam aktivitas ekonomi.

Dalam suasana santai, personel Subdit Gakkum duduk bersama para sopir truk. Dialog berlangsung hangat, penuh keterbukaan, dan membahas berbagai persoalan di lapangan yang dihadapi para pengemudi setiap hari.

Pendekatan ini menjadi implementasi nyata dari arahan Kombes Pol H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq yang menekankan bahwa polisi lalu lintas harus hadir sebagai sahabat masyarakat. Pendekatan persuasif dinilai lebih efektif dalam membangun kesadaran tertib berlalu lintas.

Para sopir menyambut baik kegiatan tersebut. Mereka merasa lebih dekat dengan polisi dan bebas menyampaikan berbagai kendala yang sering dihadapi di jalan.

Selain berdialog, petugas juga memberikan edukasi keselamatan berkendara. Mulai dari pentingnya mematuhi rambu lalu lintas, menjaga kondisi kendaraan, hingga menghindari kelelahan saat berkendara jarak jauh.

Arahan Kombes Pol H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq menekankan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama. Karena itu, edukasi langsung kepada sopir menjadi langkah penting dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas.

Kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan antara polisi dan masyarakat. Dengan komunikasi yang baik, berbagai persoalan lalu lintas dapat diselesaikan secara lebih efektif.

Dalam kesempatan itu, personel juga mengingatkan pentingnya pengecekan kendaraan sebelum beroperasi. Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko kecelakaan akibat faktor teknis kendaraan.

Kombes Pol H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq terus mendorong jajarannya untuk mengedepankan pendekatan humanis. Polisi tidak hanya hadir untuk menindak, tetapi juga membimbing dan mengedukasi masyarakat.

Para sopir mengaku senang dengan kehadiran polisi yang mau duduk bersama dan berdialog secara langsung. Mereka berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan secara rutin.

Kegiatan “Polantas Menyapa” juga membawa pesan keselamatan dengan slogan “Stop Pelanggaran, Stop Kecelakaan, Keselamatan Untuk Kemanusiaan.”

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Dirlantas Polda Sumbar dalam membangun budaya tertib lalu lintas. Kombes Pol H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq menekankan pentingnya kolaborasi antara polisi dan masyarakat.

Pendekatan humanis ini juga meningkatkan kepercayaan publik terhadap Polri. Kehadiran polisi di tengah masyarakat memberikan rasa aman dan nyaman.

Dengan komunikasi yang baik, berbagai persoalan lalu lintas dapat diantisipasi sejak dini. Hal ini menjadi strategi penting dalam menjaga keselamatan di jalan raya.

Di bawah kepemimpinan Kombes Pol H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq, Polantas Sumbar terus bergerak aktif membangun hubungan harmonis dengan masyarakat.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa Polri hadir tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam upaya pencegahan dan edukasi.

Pendekatan humanis menjadi langkah strategis untuk menciptakan budaya tertib berlalu lintas yang lebih baik di Sumatera Barat.

Melalui kegiatan ini, Dirlantas Polda Sumbar berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat dan angka kecelakaan dapat ditekan.

Semangat Polri Untuk Masyarakat terus digaungkan oleh Dirlantas Polda Sumatera Barat di bawah kepemimpinan Kombes Pol H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq, menghadirkan polisi yang humanis, mengayomi, dan selalu hadir di tengah masyarakat.

TIM RMO

Ad Placement

Intermezzo

Travel

Teknologi